Artikel

Aspek Pendukung Integrasi Padi – Sapi

Pengembangan pertanian berbasis integrasi padi –sapi pada agroekosistem lahan sawah perlu dukungan dari berbagai aspek antara lain. : Teknologi budidaya tanaman padi meliputi ; penggunaan varietas unggul baru, pengaturan waktu tanam yang tepat, pengolahan tanahyang sempurna, tanam jajar legowo, pemupukan berimbang (spesifik lokasi), pengendalian OPTberdasarkan PHT, penggunaan alsinta, efisiensi penggunaan air, teknologi pasca panen dan pengolahan hasil, pengolahan hasil sekunder, produksi beras kepala, beras kristal dan beras organik dan kemasan..
Teknologi pengolahan limbah ; pengolahan limbah jerami padi sebagai pakan ternak,dapat sebagai kompos organik, juga dapat sebagai media tumbuh, pengolahan minyak dedak, pengolahan silika dari sekam padi. Pengolahan limbah ternak jadi pupuk organik (padat dan cair), pemeliharaan ternak yang sehat, pengolahan limbah sekam jadi briket, pengolalhan dedak jadi pakan ternak.

Pemanfaatan Lahan produksi.
Lahan irigasi milik kelompok petani akan dikelola sebagai lahan produksi. Pengaturan waktu tanam diatur sesuai dengan kalender tanam. Komoditas utama yang diusahakan adalah padi. Limbah padi diolah menjadi pakan, kompos dan media tanam. Limbah ternak diolah menjadi pupuk organik padat dan cair. Komoditas lainnya yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani secara nyata juga akan dikembangkan, seperti unggas (itik), ikan dan lainnya.

Pemanfaatan Limbah Tanaman Padi Menjadi Pakan
Limbah utama tanaman padi adalah jerami , sekam dan dedak/bekatul. Limbah tersebut sangat berpotensi diolah menjadi pakan ternak. Jerami padi dapat dibuat selase dengan teknologi yang sederhana. Dedak halus sebagai sumber energi dapat diberikan langsung pada ternak dengan menambahkan sedikit air atau tanpa air.
Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik (padat-Cair)
Kotoran ternak berupa faeces dan urine dengan teknologi sederhana dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermutu baik padat maupun cair. Faeces difermentasi dengan MOL sekitar 2-4 minggu , selanjutnya siap digunakan. Dengan demikian juga dengan urine ternak difermentasi dengan MOL sekitar 2 – 4 minggu, selanjutnya siap untuk digunakan.
Pemantapan Kelembagaan.
Kegiatan ini bila dilaksanakan dengan pendekatan kawasan administrasi pemerintahan. Maka model pertanian bioindustri yang terpadu serta secara partisipatif dari komponen masyarakat/lembaga dalam satu desa atau lebih yang terlibat dalam pertanian akan nampak adanya pemantapan kelembagaan petani dalam kelompok tani atau gabungan kelompoktani.

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button