Materi Penyuluhan

Cara Praktis Membuat Kompos

Cara Praktis Membuat Kompos

 OLEH :

 WAHYUNI, SP

NIP. 19820625 200902 2 003

 

 BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)

KECAMATAN LALABATA

Jerami adalah limbah hasil panen padi, jarang dimanfaatkan dan biasanya langsung dibakar. Padahal ini merugikan, jerami masih dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kompos, dan kompos dari jerami dapat juga berfungsi untuk mengganti/mengurangi penggunaan pupuk kimia, seperti Urea, SP 36, KCl dan NPK.

Petani kadang enggan untuk mengomposkan jerami, hal ini diakibatkan pembuatan kompos/pupuk organik dengan teknologi yang sudah ada kurang praktis karena harus menambahkan bahan lain seperti dedak, bekatul, pupuk kandang, dan lain sebagainya selain itu petani harus membolak-balik setiap hari sampai pupuk organik tersebut bisa digunakan.

Salah satu solusi untuk mengomposkan jerami adalah dengan menambahkan Promi. Promi adalah formula mikroba unggul yang mengandung mikroba pemacu pertumbuhan tanaman, pelarut hara terikat tanah, pengendali penyakit tanaman, dan dapat menguraikan limbah organik pertanian /perkebunan, atau Limbag R. Tangga. Bahan aktif Promi adalah mikroba unggul asli Indonesia yang telah diseleksi dan diuji di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, yaitu Trichoderma harzianum DT 38, T, pseudokoningii DT 39, Aspergillus sp, dan mikroba pelapuk.

KEUNGGULAN PUPUK ORGANIK

  1. Memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah
  2. Memiliki kandungan hara makro dan mikro yang lengkap
  3. Ramah lingkungan
  4. Dapat dibuat sendiri
  5. Menyerap dan menyimpan air lebih lama
  6. Membantu meningkatkan mikro organisme tanah

Pembuatan Kompos Limbah Organik Pertanian dengan Promi

Bahan :

Jerami,seresah, rumput-rumputan, air dan jika ada kotoran ternak/pupuk kandang.

Peralatan :

Sabit/parang, ember/bak untuk tempat air, ember untuk menyiram aktivator, tali, cetakan dari bambu/kayu, plastik penutup, sekop garpu/cangkul.

Dosis

Dosis Promi adalah 1 kg (A, T, dan PI) untuk 2 ton bahan.

A = 170 gr atau 30 sendok makan

T = 170 gr atau 30 sendok makan

PI= 170 gr atau 30 sendok makan

Tahapan

  1. Masukkan air ke dalam bak/ember. Volume air yang diperlukan kurang lebih 300 Lt untuk setiap 1 m3bahan.
  2. Masukkan Promi ke dalam bak sesuai dosis yang diperlukan. Aduk hingga tercampur merata.
  3. Siapkan cetakan bambu.
  •  Masukkan jerami kedalam cetakan lapis demi lapis.
  • Siramkan Promi pada setiap lapis secara merata.
  • Padatkan setiap lapisan jerami  dengan cara diinjak-injak.
  • Setelah cetakan penuh, buka cetakan bambu.
  • Tutup tumpukan jerami dengan plastik.
  • Ikat plastik dengan tali,
  •  Tumpukan jerami dibiarkan selama 2 – 4 minggu dan tidak perlu di bolak balok

Pengamatan

Setelah inkubasi 2 minggu, lakukan pengamatan hingga ke bagian dalam tumpukan. Buka plastik penutup dan amati tumpukan jerami tersebut. Pengomposan berhasil baik apabila:

  • terjadi penurunan tinggi tumpukan
  • jika dipegang terasa panas
  • tidak berbau menyengat
  • tidak kering
  • jerami mulai melunak

Lakukan hal-hal berikut ini Apabila:

  •   Tumpukan tidak panas dan jerami   kering, maka tambahkan air secukupnya.
  •   Berbau menyengat dan tumpukan terlalu basah, maka tancapkan bambu yang telah dilubangi untuk  menambah aerasi.
  •  Jika perlu lakukan pembalikan.Kompos dipanen apabila telah cukup matang.

Ciri kompos yang telah matang ;

  •  berwarna coklat kehitam-hitaman,
  •  lunak dan mudah dihancurkan,
  •  suhu tumpukan sudah mendekati  suhu awal pengomposan
  •  tidak berbau menyengat, dan
  •  volume menyusut hingga kurang lebih setengahnya.

Aplikasi

Kompos yang dihasilkan adalah kompos diperkaya mengandung mikroba yang bermanfaat, yaitu;

  • Trichoderma harzianum yang dapat  merangsang pertumbuhan tanaman,
  • T. pseudokoningii yang dapat  mengendalikan penyakit tanaman
  •  dan Aspergillus sp yang dapat  melarutkan fosfat.

 

Related Articles

Back to top button