Berita Terkini

Het Subsidi Pupuk Naik, Bpp Lalabata Soppeng Sosialisasi Permentan 49/2020

Soppeng, 2021. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Lalabata Kab. Soppeng menggelar pertemuan dengan para pelaku sektor pertanian tingkat Kecamatan, Senin (25/1/2021) di Ruang Pertemuan BPP Lalabata.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Kab Soppeng, Koordinator BPP Lalabata, Distributor Pimpinan CV ABK Mandiri dan pengecer, Ketua Kelompok Tani  serta Penyuluh se-Kec Lalabata.

Koordinator BPP Lalabata Wahyuni, menyampaikan pertemuan ini untuk mensosialisasikan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beberapa jenis pupuk bersubsidi.

Wahyuni mengungkapkan bahwa seperti diketahui, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Permentan 49/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021. Dalam peraturan tersebut, harga pupuk urea yang semula Rp1800/kg, naik Rp450 menjadi Rp2.250/kg, lalu pupuk SP-36 dari HET Rp2.000/kg naik Rp400 sehingga menjadi Rp2.400/kg. Sementara itu, pupuk ZA mengalami kenaikan Rp300 menjadi Rp1.700/kg dan pupuk organik granul naik sebesar Rp300, dari yang semula Rp500/kg menjadi Rp800/kg. Hanya pupuk jenis NPK yang tidak mengalami kenaikan HET dan tetap Rp2.300/kg.

Dan untuk pembagian Kuota Pupuk Bersubsidi tahun 2021 ini, Kecamatan Lalabata mendapatkan kuota pupuk Urea 1.424.000 kg; ZA 338.000 kg ; NPK 770.000 kg ; NPK Formula Khusus 37.000 kg ; 11.000 kg Organik, serta 27 liter POC.

Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Kab Soppeng, H. Suhardiman, SP,MMA dalam arahannya menyampaikan Pupuk bersubsidi itu diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani, dan namanya telah terdaftar dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani). Penyaluran pupuk bersubsidi, di wilayah ini belum menggunakan fasilitas Kartu Tani, sehingga dalam penyalurannya petani harus menyetorkan fotokopi KTP dan mengisi form penebusan (Form 1) yang disiapkan oleh Kios Pupuk Lengkap (PKL).

Lebih lanjut H.Suhardiman menegaskan agar tidak melakukan fasilitasi penebusan bagi petani / kelompok tani yang tidak ada / tidak terdaftar dalam sistem e-RDKK. Kuota pupuk bersubsidi secara keseluruhan di Kabupaten Soppeng mengalami peningkatan kuantitas dari Tahun 2020 (30.165 ton) menjadi 30.381 ton pada Tahun 2021 atau mengalami peningkatan sebesar 0,72%.

Kegiatan proses verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubidi di tahun ini, nantinya akan menggunakan sistem elektronik. Tim verval kecamatan akan memverifikasi dan memvalidasi penyaluran melalui sistem e-verval Kementerian Pertanian.

Pertemuan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan 3 M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).

Penulis oleh: Wahyuni, SP.,M.Si. (Koordinator BPP Kec. Lalabata, Soppeng)

Upload oleh : Dicky Oksa, SP (Admin cybext BPP Kec. Lalabata)

Related Articles

Back to top button