Berita Terkini

Kemah Bakti Pertanian 2017

Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP dan Menteri Desa, Pembangunan DaerahTertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE, M. BA di dampingi Bupati dan Wakil Bupati Soppeng menghadiri Pembukaan Kemah Bakti Pertanian tahun 2017 di Lokasi Perkemahan Medde Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng pada hari Jum’at tanggal 17/11/2017.

Setelah sampai di lokasi Perkemahan, terlebih dahulu di laksanakan penanaman perdana pakan ternak indigofera.

Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya menyampaikan atas nama masyarakat Kabupaten Soppeng maupun atas nama Pribadi dan Pemerintah Kabupaten Soppeng menyampaikan ucapan selamat datang di Bumi Latemmamala dan penghargaan atas kesediaannya menyempatkan hadir pada pelaksanaan Kemah Bakti Pertanian tahun 2017. Kegiatan Kemah Bakti ini merupakan media komunikasi dan koordinasi kita dalam rangka memperkokoh komitmen kita dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagaimana tertuang dalam tema Kemah Bakti Pertanian 2017 yaitu “Kita Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal yang Kreatif, Inovatif, dan Berkarakter menuju Kedaulatan Pangan”. Sesuai dengan tema, kegiatan ini di formulasikan dalam bentuk berbagai jenis kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia para petani dan penyuluh pertanian.

Bupati Soppeng menambahkan beberapa capaian pembangunan di Kabupaten Soppeng diantaranya Profil ekonomi Kabupaten Soppeng sudah menunjukkan progres yang baik. Hal ini dapat kita lihat pada laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 sebesar 8,24 % lebih tinggi 3,1% dibanding tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng yang cukup tinggi ini di tandai dengan peningkatan kontribusi sektor pertanian dimana produksi padi yang mencapai 280.905 ton dengan produktivitas 55,27 kuintal per hektar yang merupakan produktivitas padi paling tinggi di Sulawesi Selatan. Produksi jagung yang mencapai 93.131 ton. Populasi sapi sebanyak 46.441 ekor dan populasi unggas sebanyak 1.889.515 ekor. Produksi beras Soppeng tahun 2016 sebesar 177.532 ton ini menunjukkan bahwa Soppeng sebagai pilar utama Sulawesi Selatan dalam mewujudkan Ketahanan Pangan, Kemandirian dan Kedaulatan Pangan. Untuk lebih meningkatkan produksi di bidang Peternakan, telah dilakukan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin di antaranya pengembangan sapi persilangan, Kambing Komposet, ayam kampung, Itik dan Puyuh. Disektor Pendidikan yaitu perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas Guru, pemberantasan buta aksara, dan beasiswa bagi siswa SD, SMP, SMA, S1, S2 dan S3. Anggaran beasiswa yang di alokasikan pada tahun 2016 sebesar 400 Juta dan di tahun 2017 di tambah sebesar 8 Milyar. Di Sektor Pelayanan Kesehatan utamanya bagi warga miskin dengan mengaktifkan “Oto Mapajappa” dan PSC di seluruh Kecamatan. Disamping itu, layanan Rumah Sakit juga di tingkatkan dengan penambahan peralatan medis dan fasilitas Puskesmas seperti ruang inap dan Ambulance juga terus di tambah. Di sektor Infrastruktur dengan memperbaiki kualifikasi jalan dan jembatan serta merintis jalan baru untuk lokasi terpencil dan lokasi khusus. Pada tahun 2016 terdapat 103 Km jalan yang telah ditingkatkan, di pelihara dan di rintis. Sementara itu alokasi dana desa yang dikucurkan di Kabupaten Soppeng pada tahun 2016 sebesar 108.843.000.000 dan pada tahun 2017 109.768.000.000. Hal ini diharapkan menjadi pengungkit Pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Salah satu Komitmen kami dalam pembangunan kami wujudkan dengan upaya pembaharuan tekhnologi namun tetap mempertahankan ke khasan sumber daya lokal yang dikembangkan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan hasil tekhnologi modern antara lain benih unggul, Pupuk dan bio pestisida, pengairan serta mekanisasi pertanian. Untuk mewujudkan hal ini kami melakukan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin dan Balai Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi tanaman.

Melalui kegiatan ini kita jadikan momentum gerakan keragaman pangan yang berbasis pangan lokal , kebhinnekaan sumber karbohidrat pangan lokal yang keseluruhannya dapat mewujudkan kedaulatan pangan yang kokoh.

Sambutan Menristek Dikti RI yang dibacakan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr. dr. Jumain Appe, M. Si menuturkan Pemerintah Kabupaten Soppeng bekerjasama Universitas Hasanuddin telah menyiapkan lahan sekitar 200 Hektar di Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. Lahan ini akan digunakan sebagai tempat pembesaran untuk menampung anak sapi hasil penyapihan yang merupakan bakalan bibit yang berasal dari Maiwa Breeding Center milik Unhas ataupun masyarakat peternak yang menjadi plasma dari peternakan sapi yang kita kembangkan. Untuk usaha pembibitan, target tahun ini sebesar 1.000 sapi Bali. Untuk itu, tim Fakultas Peternakan Unhas telah melakukan recording sapi bibit dan Induk. Lokasi recording yaitu di Maiwa Breeding Center Enrekang, Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE, M. BA dalam sambutannya menuturkan kami berencana untuk membuka 2.000 Hektar lahan transmigrasi di Kabupaten Soppeng khusus untuk masyarakat Soppeng dengan bantuan bibit, pupuk dan traktor yang akan diberikan secara gratis oleh Menteri Pertanian. Kurung waktu 3 tahun ini Bapak Presiden Republik Indonesia telah menggelontorkan dana Desa kurang lebih 120 Triliun. Soppeng mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi dengan Dana Desa Soppeng rata rata mendapatkan 2 Milyar per Desa. Kami mengharapkan masyarakat ikut mengawasi Pengelolaan dana desa. Tahun depan Presiden Republik Indonesia minta semua semua program dana desa wajib dan harus dilakukan secara swakelola. Jadi sudah tidak dapat menggunakan kontraktor lagi. Dan juga 30 % dari dana desa wajib di gunakan untuk membayar upah pekerja desa. Kami juga mengharapkan agar masyarakat Soppeng dapat fokus kepada satu komoditi tertentu dalam skala besar misalnya jagung atau padi, Coklat. Nanti Pemerintah Pusat akan bantu bibit, pupuk, traktor gratis serta pembangunan sarananya seperti air, irigasi, jalan dan jembatan. Bapak Bupati Soppeng bicara sama saya tahun depan akan dibangun 10.000 Hektar tanaman jagung dan Bapak Menteri Pertanian tadi janji bibit, pupuk, traktor untuk 10.000 Hektar akan diberikan lagi secara gratis.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP dalam sambutannya mengatakan keberhasilan seorang Kepala Desa adalah keberhasilan negeri yang kita cintai. Kami hanya pendamping bagi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi karena kami hanya supporting (pendukung) dan melengkapi kerjanya. Kami ingin menyampaikan saat ini Indonesia tidak impor beras lagi dalam hal ini sudah swasembada. Kita juga tidak impor jagung lagi dari Argentina dan Amerika dan sudah swasembada juga. Bawang sudah kita ekspor ke enam negara hari ini. Alhamdulillah hari ini kita berani menyatakan bahwa kita sudah swasembada pangan secara strategis. Hal ini sudah di akui oleh beberapa negara bahkan FAO. Bapak Presiden meminta kepada para Menteri agar setiap ada persoalan di daerah tolong selesaikan di daerah jangan di bawa ke Jakarta. Soppeng termasuk lumbung pangan. Bantuan dalam sektor pertanian untuk Kabupaten Soppeng sudah banyak. Kami akan bangun 4 Juta Hektar sawah diseluruh Indonesia. Kabupaten Soppeng mempunyai banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan karena kita kekurangan air. Untuk mengatasi hal tersebut kita perlu membangun embung. Kementerian yang mempunyai program untuk pembangunan embung adalah Mendes, PDT dan Trans. Dan Alhamdulillah Menteri Desa sudah siap bangun 30.000 embung seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Soppeng. Jika Soppeng bisa menyiapkan lahan 30.000 Hektar untuk tanam jagung, saya akan memberikan bantuan benih jagung dengan pompa secara gratis.

Pada kegiatan ini Bapak Menteri Pertanian juga mengharapkan agar sungai coppo jompi yang berada di Desa Patampanua agar segera di buatkan bendung dan Perwakilan dari Menteri PU dan Balai Besar wilayah sungai yang menaungi Kabupaten Soppeng menyanggupi hal tersebut dengan total anggaran berkisar 10 – 20 Milyar

Dalam kegiatan ini dilaksanakan Penyerahan bantuan senilai Rp. 522.363.000 berupa ternak kambing dan penukil jagung, Penyerahan bantuan Bumdes secara simbolis berupa bantuan modal usaha Bumdes bersama dalam rangka korporasi pertanian senilai 400 Juta, Bantuan Bumdes pengembangan usaha 1 milyar, Bantuan modal usaha ekonomi keluarga 250 Juta, Bantuan modal usaha pengembangan usaha Santriwati / santriwan dan bantuan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten Tritorial Kasat, Dirjen Pengembangan Irigasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ketua KTNA Nasional, Perwakilan Gubernur Sulsel, Anggota Forkopimda Soppeng, para Kepala SKPD, para Kabag Setda, Para Camat, Kepala Desa dan Lurah, Pengurus Bumdes, Ormas serta Ribuan masyarakat.

Sumber : Diskominfo Soppeng

Related Articles

Back to top button