Materi Penyuluhan

Mengatasi Hama Tikus Sawah Dengan TBS

Salah satu OPT yang dapat menyebabkan kegagalan panen adalah Hama Tikus (Rattus Argentiventer dan Rattus exulans), tingkat serangan Hama Tikus di Kabupaten Soppeng khususnya di Kecamatan Lalabata merupakan Hama Utama Pada Tanaman Padi.  Kegiatan perlindungan tanaman dengan sistem TBS (Trap Barrier System) diadakan di Kabupaten Soppeng Kecamatan Lalabata Desa Maccile,  TBS atau system bubu perangkap merupakan teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif menangkap tikus dalam jumlah banyak dan terus menerus sejak awal tanam sampai panen. TBS sebaiknya dipasang pada daerah endemik tikus dengan tingkat populasi tinggi.

Satu unit TBS terdiri atas tanaman perangkap sebagai umpan penarik kedatangan tikus pagar plastik untuk mengarahkan tikus masuk perangkap, dan bubu perangkap sebagai alat penangkap dan menampung tikus. Ketiga komponen tersebut merupaka satu unit kesatuan dalam penggunaannya di lapangan. Adapun bahan yang digunakan untuk pembuatan TBS adalah :

  1. Bubu perangkap Tikus
  2. Gunting untuk melubangi plastik atau Terpal.
  3. Parang
  4. Ajir dari bambu

TBS dengan tanaman perangkap ditanam lebih awal (standar)

Tanaman perangkap TBS ditanam 2 minggu lebih awal daripada pertanaman padi di sekelilingnya. Hal tersebut akan dapat menarik tikus dari habitat dan lingkungan sekitarnya hingga radius 200 m

Gambar 1.     Tanaman perangkap yang ditanam lebih awal untuk menarik tikus

Tanaman perangkap

Petak tanaman perangkap berukuran 25mx25m atau lebih sehingga berfungsi optimal untuk menarik tikus. Pada saat tanaman perangkap ditanam, lahan di sekelilingnya masih dalam periode olah tanah/semai, sehingga petak TB akan lebih dahulu memasuki stadium generative. Perbedaan umur tanaman tersebut menarik tikus dari sekitarnya untuk mendatangi petak TBS.

Pagar Plastik

Pagar plastic adalah plastik bening (0,8mm), plastik mulsa, atau plastik terpal (semua warna dapat dipakai) yang dipasang dengan tinggi 60-70cm mengelilingi tanaman perangkap. Pemasangan pagar plastik ditegakkan dengan ajir bambu pada setiap jarak 1 m dan ujung bawah terendam air dalam parit. Lebar parit ±50cm dan diusahakan selalu terisi air agar tikus tidak melubangi pagar. Disamping itu, parit tidak ditanami padi dan bebas gulma agar tidak digunakan tikus untuk memanjat.

Gambar 2.  Pagar plastik TBS dengan terpal

Bubu perangkap

Bubu perangkap dibuat dari ram kawat, berbentuk kotak berukuran 40cm x 20cm x 20cm, dilengkapi corong masuk tikus (depan), dan pintu (belakang) untuk mengeluarkan tikus. Bubu perangkap dipasang pada setiap sisi pagar dengan jarak antar perangkap 20m, dan corong bubu menghadap keluar.

Gambar 3. Perangkap bubu dan Pemasangan bubu perangkap

PEMASANGAN TBS

  • Buatlah parit dengan lebar ±50cm. Batas parit adalah pematang ganda dengan lebar masing-masing pematang ±20cm.  Jangan menanam padi di parit tersebut.
  • Pemasangan pagar plastik terpal.
  • Untuk plastik bening → pancangkan ajir bambu setiap jarak 1 m (di parit, menempel pematang dalam), pasang tali raffia (menghubungkan antar ajir), pasang plastik dengan cara seperti menjahit menggunakan lisi pada tali rafia.
  • Untuk plastik terpal → masukkan ajir bamboo pada lipatan terpal, bentangkan dan tarik kuat-kuat, posisikan terpal, menempel pematang dalam.
  • Pasang bubu perangkap, pastikan bubu rapat menempel pagar plastik/terpal agar tikus tidak mampu menerobosnya.
  • Buat gundukan tanah di depan corong bubu agar tikus mudah menemukan pintu masuk.

PEMELIHARAAN TBS

TBS diperiksa setiap pagi. Hewan bukan sasaran (katak, kadal, ular dll.) yang masuk bubu perangkap dilepaskan. Tikus hasil tangkapan dimatikan dengan cara direndam kedalam air bersama perangkap bubunya selama ± 10 menit. Pagar plastik diperiksa, apabila berlubang segera diperbaiki/ dilakukan penambalan.
Parit dipastikan selalu terisi air agar ujung bawah pagar plastik senantiasa terendam sehingga tikus tidak bisa mencapai tanaman perangkap.
Gulma dibersihkan di parit TBS karena tikus mampu memanjatnya untuk jalan masuk ke dalam petak tanaman perangkap TBS.

 

 

Penulis: BPP Kecamatan Lalabata / Mahfuddin AB

Sumber Gambar : Dokumentasi BPP Lalabata

Related Articles

Back to top button