Materi Penyuluhan

Mengoperasikan Mesin Tanam Transplanter

MENGOPERASIKAN MESIN PENANAM PADI

 (Rice Transplanter)

 

   OLEH :

 WAHYUNI, SP

NIP. 19820625 200902 2 003

 

 BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)

KECAMATAN LALABATA

BAB I  

PENDAHULUAN

        Alat Penanam Padi atau disebut juga Rice Transplanter merupakan suatu alat tanam padi yang masih baru bagi kita dalam penggunaannya, tidak seperti di negara-negara maju alat ini sudah tidak asing lagi bagi mereka karena jumlah tenaga kerja sudah kian terbatas untuk mengimbangi hal tersebut dibuatlah alat tanam agar kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Saat ini hal yang sama sudah mulai dirasakan oleh petani kita, tenaga-tenaga petani muda sudah mulai beralih profesi mencari pekerjaan lain sehingga tenaga kerja dibidang pertanian mulai menurun. Alat transplanter ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah tenaga kerja untuk melakukan penanaman benih padi di lahan sawah. Dengan hadirnya teknologi ini diharapkan dapat mempercepat laju peningkatan produksi padi untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk yang kian meningkat, sehingga kebutuhan akan pangan dapat terpenuhi bagi masyarakat kita.

Isi bahan  ajar ini memuat pengenalan peralatan, cara mengoperasikan, cara menyemai benih padi dan mengoperasikan alat tanam di lapangan, sehingga peserta diklat dapat lebih memahami materi yang diikuti.

BAB II

MESIN PENANAM PADI (Rice Transplanter)

        Penanaman adalah meletakkan suatu benih atau bibit tanaman pada area tertentu yang telah dipersiapkan terlebih dengan bantuan manusia yang dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Penanaman secara tradisional dilakukan dengan menyemai benih terlebih dahulu kemudian ditanam secara manual oleh manusia dengan menggunakan tangan sedangkan secara modern persemaian tetap dilakukan terlebih dahulu dengan perlakuan khusus sesuai dengan beberapa persyaratan yang dapat ditanam dengan menggunakan alat tanam (transplanter).  Pembagian mesin tanam menurut cara pengoperasiannya yaitu :                               

  1. Transplanter tipe berjalan (walking type)

 

Pada tipe ini operator ikut berjalan secara perlahan tepat dibelakang mesin penanam sambil mengarahkan kerapihan dalam penanaman di suatu area persawahan. Persedian benih padi dapat diletakkan pada rak yang telah tersedia pada alat tanam tersebut sehingga bila kekurangan pada tray penanam dapat langsung diisikan. Penanaman dapat dilakukan dengan satu orang namun dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh satu orang lagi agar mempercepat proses pengisian benih.

  1. Transplanter tipe mengendarai (riding type)

Pada tipe ini sistem pengoperasiannya tidak jauh berbeda dengan tipe operator dorong, yang membedakan hanyalah operator dapat mengendarai mesin tanam seperti layaknya sebuah kendaraan mini sehingga memudahkan dan meringankan operator tanpa harus berjalan. Dalam pengoperasiannya dibutuhkan tenaga pembantu untuk meletakkan benih pada tray pada saat menanam.

Beberapa perbedaan antara tipe operator dorong/ jalan (walking type)dan operator duduk menyetir (riding type) antara lain :

TIPE OPERATOR DORONG/ JALAN

(Walking Type)

OPERATOR DUDUK MENYETIR

(Riding Type)

Operator berjalan perlahan di belakang mesin penanam Operator berada didepan duduk menyetir dan mengendarai mesin tanam.
Kapasitas kecil 4 jam per Hektar Kapasitas besar 2 Jam per Hektar
Dapat dilakukan seorang operator Dilakukan dua orang (1 operator dan 1 Tenaga Penanam)
Daya tampung rak sedikit Daya tampung rak lebih banyak
Dalam satu baris terdiri dari satu mata alat tanam Dalam satu baris terdiri dari dua mata alat tanam yang ber-rotary (berputar)
Penggunaan bahan bakar lebih sedikit (menggunakan mesin bensin) Bahan bakar lebih banyak (menggunakan mesin diesel)
Kapasitas mesin kecil Kapasitas mesin lebih besar
Operasi tanam lebih kecil (operator cepat lelah) Operasi tanam lebih besar (operator tidak mudah lelah)

 

  1. Bagian-Bagian Rice Transplanter

Gbr : Bagian Utama Mesin Transplanter (a)

  • Tali starter berfungsi untuk menghidupkan mesin penggerak
  • Pengarah berfungsi untuk memadu kelurusan pada sat proses penanaman dilakukan
  • Tempat penyimpanan bibit berfungsi untuk meletakkan bibit padi sebagai bahan persediaan bibit apabila bibit padi pada tray penanam dapat diambil langsung sehingga tidak mengganggu proses penanaman.
  • Meja penanam bibit (tray) berfungsi untuk tempat meletakkan bibit padi yang akan ditanam melalui jari-jari penanam. Prinsip kerja dari meja penanam (tray) ini sama halnya dengan mesin ketik manual bergeser secara perlahan dari kiri kekanan atau sebaliknya.
  • Handel Pengendali terdiri dari dua buah batang stang yang berfungsi untuk mengedalikan arah penanaman dan dilengkapi oleh dua buah tuas kopling kanan dan kiri yang berfungsi pada saat pembelokan, bila ingin berbelok ke kakan maka tuas kanan ditekan dan bila inin berbelok ke kiri maka kopling kiri ditekan.
  • Lengan Tanam (Planting Arm) berfungsi untuk menggerakkan jari-jari penanam agar proses penanaman dapat berjalan dengan baik.
  • Transmisi berfungsi untuk memindahkan daya yang terdapat pada mesin yang kemudian disalurkan ke penggerak lainnya yang membutuhkan energi gerak berputar yang kemudian diubah menjadi energi gerak lainnya sesuai dengan kebutuhan.
  • Pelampung (Floating Skid) berfungsi untuk mengapung pada permukaan air pada lahan sawah agar dapat mengatur ketinggian pada kedalaman bibit yang akan ditanam.
  • Roda sirip berfungsi untuk memudahkan perpindahan alat pada lahan sawah yang berair dan becek sehingga memudahkan dalam pengoperasian dan pengendaliannya.
  • Mesin penggerak adalah sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerak bagian-bagian yang membutuhkan mekanisme penggerak.                                                                     Gbr : Bagian Utama Mesin Transplanter (b)

 

  • Pengaturan operasional berfungsi untuk melakukan pemindahan alat yang terdiri dari :
  • Perjalanan di darat dilakukan ketika melakukan perpindahan alat dari tempat penyimpanan ke tempat area penanaman atau dari area penanaman ke area penanaman lainnya. Sebainya dihindari jalanan yang beraspal dan berbatu karena dapat memperpendek umur karet ban karena terkikis/ akibat gesekan jalan.
  • Operasi lapangan dilakukan pada saat melakukan penanaman.
  • Netral merupakan posisi pada saat tidak melakukan aktifitas baik penanaman maupun berjalan.
  • Balik/ mundur (reverse) posisi ini memudahkan dalam pengoperasian di lahan pada saat penanaman yang membutuhkan gerakan mundur pada saat mencari posisi kelurusan pada saat menanam atau melakukan belokan pada sudut.                                                                          Gbr : Pengaturan Operasional
  • Kopling Penanaman, terdiri dari :
  • Penanaman di arahkan ketika melakukan proses penanaman
  • Tinggi Mesin Bawah berfungsi untuk menyetel ketinggian mesin pada level bawah bila kedalaman air berkurang (dangkal)
  • Tinggi Mesin Atas berfungsi untul menyetel ketinggian mesin pada level atas bila kedalaman air cukup tinggi (dalam)
  • Pengunci berfungsi bila tidak melakukan kegiatan menanam.                                                                              Gbr : Kopling Penanaman
  • Chooke berfungsi untuk membantu pada saat proses menghidupkan mesin
  • Saklar On/ Off berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik sehingga memudahkan untuk mematikan dan menghidupkan mesin.
  • Handel Kopling Utama berfungsi untuk menjalankan mesin bila handel ini pada posisi on makan mesin akan bergerak/ jalan dan bila pada posisi off maka mesin tidak akan bergerak/ berhenti.                                                                                   Gbr : Kopling Utama
  • Tuas Gas berfungsi untuk mengatur tinggi rendahnya gas (akselerasi) dan menjaga kestabilan putaran mesin agar tidak mudah mati dalam pengoperasian di lapangan dan putaran mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan.                                                                                          Gbr : Tuas Gas
  • Kopling Belok Kanan/ Kiri berfungsi untuk memudahkan pada saat pberbelok. Kopling Kanan ditekan bila membelok ke kanan dan kopling kiri ditekan bila membelok ke kiri.
  • Kedalaman Tanam berfungsi untuk mengatur kedalaman bibit pada saat ditanam, kedalaman tanam dapat diatur sesuai dengan kondisi ketinggian air di sawah. Bila pada posisi diatas maka kedalaman tanam dangkal dan posisi tengah sedang sedangkan pada posisi di bawah penanaman dilakukan dalam.
  • Jumlah Pengambilan Bibit, jumlah bibit dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, semakin ke atas maka penggunaan bibit semakin banyak sedangkan ke bawah semakin sedikit.

Gbr : Tuas Pengambilan Bibit dan Kedalaman Tanah

 

2. Cara Mengoperasikan Mesin Transplanter

Sebelum melakukan pengoperasian alat penanam tentunya kita mempersiapkan bibitnya terlebih dahulu dan pada saat akan digunakan sebaiknya dilakukan pengecekan kondisi peralatan, antara lain :

  • Periksa Bahan Bakar, apakah cukup atau kurang bila kurang sebaiknya ditambah dengan menggunakan bahan bakar murni dan berkualitas.

Gbr : Tangki Bahan Bakar

  • Periksa kondisi oli mesin dan transmisi, bila kurang sebaiknya ditambah dan bila sudah kotor/ hitam dan daya lumas kurang sebainya dilakukan penggantian dengan oli baru yang berkualitas.
  • Periksa apakah ada kebocoran oli, bahan bakar dan seal-seal pada hidrolik, bila terdapat kebocoran segera diadakan perbaikan.
  • Periksa kelengkapan peralatan lainnya yang menunjang dalam proses pengoperasian.
  • Cek kembali kemungkinan baut-baut yang longgar.
  • Pastikan posisi tuas operasi pada posisi netral semua/ lock
  • Putar saklar on/ off tempatkan tuas kopling utama pada posisi mati.
  • Tarik chooke bila diperlukan.
  • Starter mesin dengan menarik tali starter
  • Panaskan mesin lebih kurang 5 menit agar semua bagian-bagian yang bergerak dapat terlumasi dengan baik
  • Atur posisi ketinggian mesin sesuai dengan kondisi lapangan
  • Tarik tuas kopling utama pada posisi nyala maka mesin penanam akan bergerak.
  • Pada saat di lahan sawah pastikan posisi awal untuk dilakukan penanaman bibit padi.
  • Tempatkan bibit padi pada rak penampung dan meja penanam (tray).
  • Tentukan jumlah banyaknya bibit yang akan diambil, jarak tanam (perubahan jarak tanam dilakukan dengan mengganti gigi/ gear pada kotak yang tersedia, namun pada tipe tertentu tidak diperlukan cukup dengan menggeser posisi perpindahan jarak tanam), kedalaman tanam bibit dan ketinggian alat sesuai dengan kondisi sawah.

 

 

 

 

 

 

 

Gear Pengaturan Jarak Tanam dan penempatannya

  • Atur gas sesuai kebutuhan
  • Tempatkan posisi kopling utama pada posisi nyala maka mesin penanam akan bergerak.
  • Atur kelurusan dan keseimbangan kanan dan kiri.
  • Jika ingin berhenti tarik kopling utama ke posisi mati, maka alat akan berhenti.

 

Pengaturan Sebelum Tanam

Jarak antar baris transplanter tetap/ fix = 30 cm

Jarak tanam dalam baris diatur à 12 – 21 cm

 

JARAK TANAM PADI

Antar Baris

(Cm)

Dalam Baris

(Cm)

Pupulasi  Padi

Rumpun/Ha

30 12 277,778
30 14 238,095
30 16 208,333
30 18 185,185
30 21 158,730

 

Related Articles

Back to top button