Materi Penyuluhan

Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Pupuk Organik

Harga pupuk yang tinggi menyebabkan banyak petani tidak menggunakan pupuk. Petani harus cukup puas dengan produktivitas tanaman yang jauh berkurang dari potensi hasil dari genetik tanaman itu sendiri. Terlebih lagi petani juga pada saat-saat tertentu menghadapi langkanya pupuk dipasaran. Apabila subsidi pupuk dicabut maka petani mau tidak mau harus berangsur-angsur beralih untuk menggunakan pupuk organik demi mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki iklim basah. Beberapa jenis tanah dengan bahan induk bantuan sedimen dan bahan induk alluvial memiliki kesuburan tanah yang cukup rendah. Tanah masam, kandungan organik rendah, kandungan aluminium yang cukup tinggi.. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah sehingga produktivitas tanaman menjadi meningkat.
Lahan pertanian yang saat ini diintesifikasi secara terus-menerus oleh petani. Lahan pertanian menjadi kurus dan kekurangan unsur hara. Limbah pertanian yang selama ini tidak dimanfaatkan atau kurang dimanfaatkan disebabkan kurangnya pengetahuan petani terhadap kegunaan atau manfaatnya. Sebaliknya, justru limbah pertanian sangat dibutuhkan oleh tanah. Hal ini diperlukan sebab banyak kandungan dari sisa–sisa tanaman atau limbah pertanian yang berguna untuk memperbaiki kesuburan tanah.
Limbah pertanian dapat berasal dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Limbah pertanian yang mengalami pelapukan akan menjadi pupuk dengan kandungan yang dibutuhkan oleh tanah. Pupuk organik ini dipercayai sebagai pupuk lengkap yang memiliki kandungan unsur makro maupun mikro. Pupuk organik dapat memperbaiki struktur, tekstur, dan lapisan tanah serta kecukupan hara sehingga dapat membuat pertumbuhan tanaman lebih baik.
Pupuk merupakan suatu kebutuhan untuk meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas tanaman. Walaupun kandungan hara pupuk organik tidak banyak atau tergolong rendah. Namun penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang akan menjadikan kualitas tanah yang jauh lebih baik daripada penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa pupuk organik mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air, daya tahan tanah menjadi lebih baik dalam menahan laju erosi, kesehatan tanah lebih terjaga, dan tidak meninggalkan residu pada hasil tanaman.
Peluang sisa panen tanaman pangan menjadi pupuk organik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen padi berupa jerami dapat menjadi pupuk kompos sebesar 50%. Pada tanaman Jagung dapat menghasilkan sisa limbah pertanian seperti batang, daun, dan tongkol kering hingga 8-10 ton/ha. Tanaman pangan lainnya seperti kacang tanah mengahasilkan biomass hingga 4 ton/ha dan tanaman kacang kedelai maupun kacang hijau dapat menghasilkan 2 ton/ha.
Peluang sisa panen tanaman perkebunan menjadi pupuk organik
Tanaman kelapa sawit akan menghasilkan limbah berupa tandan kosong sawit (TKS) dalam jumlah besar. Limbah pertanian dari sawit memiliki kandungan hara yang cukup tinggi disebabkan kaya hara N, P, K, dan Mg. Dalam 1 ton TBS akan menghasilian 200 kg tandan kosong sawit (TKS).
Peluang pupuk organik dari limbah peternakan
Pertanian terpadu dan terintengrasi yang dinamakan bioindustri bertujuan tidak adanya limbah pertanian yang terbuang. Ternak memiliki peran penting bila diintegrasikan dengan tanaman pangan. Adapun keuntungan integrasi tersebut akan menjadikan ekologi lingkungan yang baik, nol limbah, memberikan keuntungan akibat efisiensi penggunaan komponen produksi. Hal ini akan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani.
Sektor peternakan juga menghasilkan limbah peternakan yang dapat dijadikan pupuk organik. Ternak ruminansia besar mengahasilkan kotoran sejumlah 3 kg, untuk kambing dan domba yang tergolong ruminansia kecil menghasilkan kotoran 3 kg/hari. Limbah peternakan lainnya didapat dari unggas. Unggas menghasilkan kotoran sejumlah 200 g/hari. Setiap limbah peternakan bila dikomposkan akan terjadi penyusutan 50%.
Peranan Pupuk Organik
Penambahan bahan organik merupakan tindakan perbaikan lingkungan tumbuh tanaman. Penggunaan pupuk K dapat meningkatkan produktivitas tanah, efisiensi pemupukan, dan mengurangi kebutuhan pupuk K. Penelitian (Sirappa 2003 dalam Nurhayati et al 2011) menunjukkan bahwa penggunaan kompos jerami sebanyak 5 t/ha selama 4 musim tanam dapat menyumbang hara sejumlah 170 kg K, 160 Kg Mg, 200 kg Si. Jumlah kalium dari jerami yang diserap tanaman sejumlah 80%.
Penggunaan pupuk organik dapat digunakan dalam bentuk segar atau denga dikomposkan terlebih dahulu. Namun penggunaan pupuk organik segar atau mentah atau tanpa terolah terlebih dahulu akan menyulitkan tanah untuk langsung menyerap karena membutuhkan waktu untuk mendekomposisi. Pada tanah pupuk organik akan dirombak oleh organisme menjadi humus dan bahan organik tanah. Sebagai penyediaan unsur hara mikro dan makro, penggunaan pupuk organik akan meningkatkan efisiensi pemakaian pupuk untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Related Articles

Back to top button