Materi Penyuluhan

Pengendalian Penyakit Aphis Pada Tanaman Cabe

Penyakit Aphid (Aphis spp.) dan Cara Pengendaliannya

Merupakan kutu  daun  yaitu  sejenis  serangga  yang  kecil,  berbadan halus  dengan  ukuran panjang kurang dari 1/8 inci dan dikenal dengan nama Aphid atau Afid. Ia dikategorikan dalam keluarga Aphididae. Kebanyakan tanaman ditempati sekurang-kurangnya satu jenis (spesies) Aphid yang dijadikan tanaman tersebut sebagai sumber makanan mereka.

Penyakit : Kutu Daun, Aphid, afid – Aphis spp

Family : Aphididae

Agen pembawa : Serangga

Nama lain : Aphis gossypii

Agen penyebar : sentuhan, angin, manusia, binatang, dll

Bagian yang diserang : daun, batang, pucuk, bunga, dan buah

Jenis tanaman yang diserang : melon, tomat, cabe, paprika, mentimun, terung, jagung, dll.

 

Cara serangan :

Aphid dewasa dan nimfa menghisap cairan sel dari bagian daun, pucuk, bunga, buah, dan batang pokok.

Gejala serangan :

Gejalanya dapat dilihat pada daun tanaman yang terlihat menggulung, keriting, melengkung ke atas atau ke   bawah. Bercak kekuningan (klorosis). Serangan pada bagian bunga tanaman menyebabkan bunga gugur. Selain itu, ia juga menyebabkan penyakit Kulat Jelaga atau Kabut Jelaga Hitam (Sooty mould/ Sooty mold).

Serangan dan pengembang biakan Aphid bisa meningkat terutama dimusim panas dan kering. Penyebar Virus:

Aphid juga sebagai vector penyakit virus terhadap tanaman. Ini terjadi saat Aphid menghisap cairan dari tanaman, ia juga menyuntikan toksin dan memindahkan virus kepada tanaman, terutama Aphid dewasa yang sudah bersayap. Tanaman yang dijangkiti penyakit virus akan terhambat dan warna hijau daun tidak seragam. Daun kelihatan hijau tua dan hijau muda. Batang utama daun akan keriting dan daun muda menjadi tua dan keras.

Penyakit Kabut Jelaga Hitam (Sooty Mould/Sooty Mold)

Aphid juga menimbulkan penyakit lain seperti Jamur(Cendawan). Ini terjadi bila cairan manis (kotoran Aphid) yang dikeluarkan oleh Aphid secara berlebihan akan mengenai bunga, daun, buah, dan batang melalui hal berikut:

  • Cairan manis bersifat lengket (sticky) dan apabila menempel di daun akan mengudang banyak semut dari sekitar tanaman.
  • Cairan  manis  serta  semut  yang  terperangkap  tersebut  akan  menyebabkan  terjadinya penyakit jamur yang dikenal sebagai Kabut Jelaga Hitam (Sooty Mould/Sooty Mold) yang akan merubah daun menjadi berwarna kehitaman.
  • Jelaga Hitam yang menutupi permukaan daun menyebabkan daun produktif tidak dapat menerima cahaya matahari dengan cukup dan akan menghambat proses fotosintasis tanaman. Sehingga menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman.

Mengenal Aphid:

Aphid berkembang biak melalui 2 cara yaitu perkawinan dan tanpa perkawinan. Perkembangbiakan tanpa perkawinan,   telur2   Aphid dapat berkembang biak menjadi Nimfa melalui proses parthenogenesis (dilahirkan oleh Aphid dewasa) dengan jumlah 5-6 Nimfa sehari. Berganti kulit sebanyak 4 kali melalui 4 peringkat pergantian sebelum menjadi dewasa dalam jangka 7-10 hari.

Bagian dada dan kepala dewasa berwarna hitam dan abdomen berwarna hijau gelap dan ada yang memiliki “antena” berwarna hitam di ujung abdomen.

Terdapat lebih dari 4.400 spesies Aphid dengan berbagai warna badan antara lain : merah muda(pink), kuning, hijau, kelabu, putih atau hitam tergantung kepada warna tanaman yang dihinggapinya. Ada juga spesies Aphid yang kelihatan licin dau berbulu.

Aphid  dewasa tidak  bersayap. Namun begitu,  terdapat juga  spesies yang  memiliki sayap tergantung kepada spesies jenis tanaman. Aphid yang bersayap sangat mudah untuk berterbangan atau diterbangkan melalui tiupan angin dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain terutama bila koloni Aphid sudah terlalu banyak dan mereka terpaksa berpindah ke tempat dimana sumber makanan dapat memenuhi hidupnya.

Aphid biasanya mencari makanan (pada daun atau batang) dalam satu kumpulan dan seringkali dilihat  berdesak-desakan. Namun begitu, kebanyakan Aphid  tidak bergerak secara agresif apabila diganggu.

Aphid dan Semut saling Bekerjasama

Pada  umumnya,  dimana  terdapat  koloni  Aphid  yang  mengerumuni  tanaman,  maka  akan dijumpai juga  kerumunan semut  (semut hitam)  yang  bertindak melindungi Aphid  daripada serangan  pemangsa.    Karena  semut  menghisap  cairan  manis  dari  sisa  buangan  yang dikeluarkan Aphid.

Para peneliti menemukan hasil dari keakraban dan kerjasama tersebut, semut akan mengiringi sambil melindungi Aphid ke daun atau pucuk daun. Dengan demikian tidak heran kenapa aphid dan semut adalah 2 jenis serangga yang saling memerlukan diantara satu sama lain.

Mengendalikan Populasi Aphid

Untuk pengendali pembiakan Aphid, maka populasi semut juga harusnya di kendalikan karena semut merupakan sahabat baik dan pelindung Aphid dari serangga pemusnah seperti Ladybird, Larva Lalat Jala, Laba Laba, Lalat, dll. Semut akan senantiasa mempertahankan Aphid dari serangan musuh pemangsa.

Pengendalian dan Perawatan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian serangan Aphid adalah :

  • Memahami  lingkaran  hidup  Aphid  dan  melakukan  semprotan  dengan  obat  pengendali serangga yang dapat mengendalikan perkembangbiakan dari mulai proses bertelur dan pembentukan larva.
  • Melakukan penyemprotan dengan tepat dan efektif.
  • Mengganti penggunaan obat pengendali serangga.
  • Memastikan keefektifan obat sesuai dengan dosis anjuran.

Pengendalian Secara Kultur Adalah melakukan kegiatan pencegahan yang menghindari jangan sampe terjadi terserang Aphid, antara lain yaitu:

  • Periksa dan pastikan semua peralatan yang digunakan utk bertanam dalam keadaan bersih dan steril/higinis. Bisa dengan mencuci semuanya dengan cloroc, detol, atau Lysol.
  • Jangan sampe mengotori kebun.
  • Lantai, media, dan plastik hendaklah dalam keadaan bersih.
  • Penggunaan perangkap serangga dan atau perekat serangga.
  • Jalankan   control/pengawasan   dengan   teliti   terhadap   tanaman   terutama   saat   awal pertumbuhan. Aphid selalu berlindung dibawah daun.
  • Menanam tanaman pelindung/ perangkap (trap crop) disekitar kebun seperti tanaman sereh, kemangi, jagung, dll,
  • Gunakan benih dari varietas yang memiliki ketahanan penyakit yang tinggi terhadap Aphid dan lainnya.

Pengendalian Secara Biologi

Yaitu  dengan  menggunakan organism tertentu  seperti  menggunakan konsep  mangsa  dan pemangsa (predator). Diantaranya pemangsa yang sangat efektif untuk memberantas Aphid seperti berikut:

  • Kumbang   Kura   (Lady   Bird/Ladybugs-hippodamia   convergens),   merupakan   diantara pemangsa yang terbaik untuk memberantas atau sekurang-kurangnya dapat mengurangi populasi Aphid yang mendiami suatu jenis tanaman. Kajian ini menunjukkan seekor Ladybird dewasa mampu memakan sampe 1000 ekor Aphid sehari.
  • Larva lalat jala (Lacewings larvae), juga merupakan pemangsa Aphid. Ia menunjukkan Aphid sebagai makananya.
  • Serangga pemangsa Aphid.
  • Serangga parasit, melepaskan serangga parasit (Parasitic wasps) seperti lebah atau lalat (bukan lalat buah, fruit fly) kepada tanaman muda. Parasit betina ini akan menjadikan Aphid dewasa sebagai tempat untuk ia meletakan telurnya.
  • Apabila telur parasit menetas menjadi larva, ia akan memakan bagian dalam Aphid dan menyebabkan kematian Aphid.

Pengendalian Secara Kimiawi

Untuk pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan berbagai jenis obat guna mengendalikan atau membasmi serangga antara lain : Acetamiprid, Chlorphyrifos (Boduguard), Cypermethrin, Deltamethrin (Decis), Dimethoate, Imidachloprid (Confidor), dan Abemectin (Agrimec dengan dosis 1,25-5 gr/liter).

Sedangkan  khusus  untuk  penyakit  Kabut  Jelaga  Hitam  (Sooty  Mould/Sooty  Mold)  dapat diberikan obat Fungisida yang mengandung bahan Benomyl atau Carbendazim.

Pengendalian Secara Organik

Pengendalian secara organik dapat dilakukan dengan berbagai pilihan antara lain :

  • Membersihkan aphid dengan disemprot cairan sabun cair (1 liter air yg dicampur  1 sendok teh sabun cair )
  • Membersihkan aphid dengan di semprot cairan mengandung minyak sayur (1 sendok minyak sayur dicampur 1 liter air).
  • Membersihkan aphid dengan di semprot cairan mengandung obat kumur listerin ( 1 sendok Listerin di campur 1 liter air)
  • Membasmi dan membersihkan aphid dengan disemprot cairan organik ( 1 bola bawang putih, 2    bungkus  rokok  kretek/tembakau, 50  cm  batang  brotowoli  atau  50  biji  kina,  semua dilumatkan dan dicampur dengan 5 liter air), setelah 2×24 jam diambil 50 ml dicampur 1/4 batang kapur semut yang ditepungkan dan 1 sendok teh sabun cair serta 1 liter air lalu disaring dan semprotkan 2 kali sehari sampe muncul pucuk daun yang baru.

 

 

Disusun dari berbagai sumber oleh : Asrul Arifin Aliah,SP (Penyuluh Kel.Salokaraja)

Related Articles

Back to top button