ArtikelBerita TerkiniDiseminasi teknologi PertanianMateri PenyuluhanSeputar BPP Lalabata

Penyemprotan Massal Hama Penggerek Batang di Poktan Gallengnge Kel.Ompo

Koordinator BPP Lalabata memberikan Pengarahan mengenai Hama Penggerek Batang Padi serta cara Pengendaliannya.

Penggerek batang padi merupakan salah satu hama utama pada pertanaman padi di Indonesia. Penggerek batang padi dapat menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi.  Setiap spesies penggerek batang padi memiliki sifat atau ciri yang berbeda dalam penyebaran dan bioekologi, namun hampir sama dalam cara menyerang atau menggerek tanaman padi serta kerusakan yang ditimbulkannya. Spesies ini ditandakan dengan sayap ngengat yang berwarna kuning dengan titik hitam pada sayap depan (Gambar A).  Panjang ngengat jantan 14 mm dan betina 17 mm, dapat hidup antara 5-10 hari. Siklus hidup 39-58 hari, tergantung pada lingkungan dan makanan. Jangkauan terbang dapat mencapai 6-10 km.

Ngengat meletakkan telur secara berkelompok dan diletakkan pada daun bagian ujung. Jumlah telur 50-150 butir/kelompok. Kelompok telur ditutupi rambut halus berwarna coklat kekuningan (Gambar B) yang diletakkan antara pukul 19.00-22.00 selama 3-5 malam sejak malam pertama. Keperidian 100-600 butir tiap betina.  Stadium telur 6-7 hari.

Larva berwarna putih kekuningan sampai kehijauan, dengan panjang maksimum 25 mm (Gambar C).  Larva terdiri dari 5-7 instar, lama stadium larva 28-35 hari.  Karena larva bersifat kanibal sehingga hanya  ada seekor larva yang hidup dalam satu tunas. Larva yang menetas keluar melalui 2-3 lubang yang dibuat pada bagian bawah telur menembus permukaan daun.  Larva yang baru muncul (instar 1) biasanya menuju bagian ujung daun dan menggantung dengan benang halus atau membuat tabung kecil, terayun oleh angin dan jatuh kebagian tanaman lain atau permukaan air.  Larva kemudian bergerak ke tanaman melalui celah antara pelepah dan batang. Selama hidupnya larva dapat berpindah dari satu tunas ke tunas lainnya. Larva instar akhir menuju pangkal batang untuk berubah menjadi pupa. Sebelum menjadi pupa, larva membuat lubang keluar pada pangkal batang dekat permukaan air atau tanah, yang ditutupi membran tipis untuk jalan keluar setelah menjadi imago.

Pupa berwarna kekuning-kuningan atau agak putih, dengan kokon berupa selaput benang berwarna putih.  Panjang 12-15 mm dan stadium pupa 6-23 hari.  Pupa berada di dalam pangkal batang (Gambar D).

 

Cara Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi

1.    Pengaturan Pola Tanam

•    Tanam serentak meliputi areal seluas-luasnya dengan perbedaan waktu tanam paling lama dua minggu. Penanaman serentak dimaksudkan agar masa pertumbuhan dan panen serempak sehingga saat panen selesai, sumber makanan bagi penggerek habis. Dampak selanjutnya populasi penggerek rendah
•    Di daerah endemis penggerek, sebaiknya ditanam varietas yang mempunyai struktur tanaman lebih tahan terhadap kerusakan akibat penggerek padi.
•    Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama.
•    Pengelompokan persemaian dimaksudkan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek secara masal.
•    Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi
•    15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama
•    dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya

2.    Pengendalian Secara Fisik dan Mekanik

•    Cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen, dan disingkal. Usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati.
•    Cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman, serta penangkapan ngengat dengan menggunakan lampu perangkap (Light trap).

3.     Eradikasi/sanitasi

Eradikasi dan sanitasi dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa tanaman terserang yang kemungkinan terkandung di dalam individu penggerek padi, baik berupa kelompok telur, larva maupun pupa.

4.    Pengendalian Hayati

•    Pemanfaatan musuh alami baik parasitoid, predator, maupun patogen.
•    Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida secara semprotan.

5.    Pengendalian Secara Kimiawi

•    Penggunaan insektisida butiran di persemaian dengan dosis 12 kg/1000 m2 bila dijumpai kelompok telur

 

 

 

 

 

 

 

Apabila diperlukan sebagai altematif pada fase vegetatif penggunaan insektisida dapat dilakukan pada saat ditemukan kelompok telur rata-rata 1 kelompok telur/m2 atau intensitas serangan rata-rata 5%. Bila tingkat parasitisasi kelompok telur pada fase awal vegetatif >50% tidak perlu aplikasi insektisida.
•    Berdasarkan populasi ngengat :
–    Ambang kendali 1 ekor ngengat yang terpantau pada light trap
–    Semprot pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat
–    1 ekor ngengat hidup 5 hari = 5 kel telur x 150 ulat = 750 ulat
–    1 ulat makan 6 tanaman : 750 x 6 = 4500 tanaman rusak
–    Jadi dari 1 ekor ngengat bisa merusak 4500 tanaman padi

•    Insektisida untuk mengendalikan hama penggerek batang padi : misalnya prevathonfuradan, fipros, aragon, demolish, taruna, dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai tindakan preventif dalam pengendalian penggerek batang padi, memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi perlu dilakukan secara rutin. Untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang ada di dalam areal pertanaman padi dapat menggunakan seks feromon. Sementara untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang berasal dari migrasi dari luardaerah dapat menggunakan light trap(perangkap cahaya). Semoga bermanfaat……..

Sumber : http://www.artikelpadi.com/hama-penggerek-batang-padi-dan-cara-pengendaliannya/

Post : Admin BPP Lalabata

Related Articles

Back to top button