Materi Penyuluhan

Pesemaian Metode Dapog Pada Tanaman Padi

Pesemaian Metode Dapog Pada Tanaman Padi

 OLEH :

 WAHYUNI, SP

NIP. 19820625 200902 2 003

 

 BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP)

KECAMATAN LALABATA

I. Pendahuluan

Pemerintah senantiasa berupaya untuk meningkatkan produktivitas padi seiring dengan kebutuhan pangan nasional. Salah satu masalah yang dihadapi dalam peningkatan produksi padi adalah kelangkaan tenaga kerja tanam. Oleh karena itu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan alat tanam padi Indojarwo Transplanter. Kunci utama keberhasilan menanam padi dengan menggunakan alat tanam tersebut adalah penyiapan bibit. Bibit padi perlu dipersiapkan secara khusus dengan membuat persemaian memakai dapog (kotak persemaian).

Inovasi teknologi pesemaian Dapog pada tanaman padi pernah diperkenalkan oleh Lembaga Penelitian Padi Internasional/ IRRI di pilipina sejak decade 1960-an. Secara teknis, penggunaan pesemaian metode ini diawali dengan menyemaih benih yang dikecambahkan keatas bedengan yang ditinggikan, dibatasi dengan bilahan bambu dan diberi alas dari plastik atau daun pisang. Benih yang disebar tidak bersentuhan langsung dengan tanah, melainkan dihampar ditas plastik atau daun pisang. Keuntungan pesemaian dapog : Petani dapat menghemat tenaga kerja, waktunya yang singkat, benih mudah diangkut karena langsung digulung bersama alasnya, dan juga sesuai dengan cara tanam mekanis, misalnya dengan mesin penanam (trasplanter). Lokasi pesemaian juga dapat ditempatkan dekat rumah atau dekat sumber air.

II. Persiapan Pesemaian Dapog

  • Tetapkan tempatnya, beri tanda, lebar 1 meter, panjang sesuai kebutuhan yaitu 10 sampai 20 meter.
  • Hamparkan plastik atau daun pisang diatas tanah, diberi pembatas dari bilah bambu atau pelepah pisang.
  • Sebar benih yang telah dikecambakan sebanyak 1 Kg untuk luasan 1,5 m2. diperlukan 40 sampai 50 Kg benih yang telah dikecambah pada areal pesemaian 60 – 75 m2, untuk areal sawah 1 Hektar.
  • Airi segera setelah benih dihambur, awasi dan basahi setiap saat jika diperlukan.
  • Lindungi dari hujan deras, terutama smapai umur 5 hari setelah semai. Benih siap dipindahkan kepertanaman pada umur 9 sampai 12 hari setelah semai, dengan menggulung alas bersama bibit padi dan diangkut kesawah yang akan ditanami,memang sangat praktis.

III. Teknik Pelaksanaan Sistem Dapog Yang Dimodifikasi

  • Diawali dari atas bedengan pada lokasi yang dipilih, hamparkan plastik atau daun pisang.
  • Isi dengan campuran tanah, kompos dan pupuk dengan perimbangan : Tanah yang telah dihaluskan 70 – 80 %; Pupuk kandang yang telah dikomposkan / matang 15-20 %; Sekam matang, arang atau abu sekam 5 – 10 %; dan Pupuk pabrik (N-P-K 15-15-15) yang telah dihaluskan sebanyak 2 Kg. Volume campuran tanah ini sebanyak 4 m3 untuk pesemaian 100 m2 yang telah diperuntukkan untuk areal pertanaman 1 hektar.
  • Areal pesemaian ditata menggunakan balok kayu ukuran 4 x 4 cm, yang disiapkian sebelumnya dalam rangkaian bingkai panjang 2 meter, lebar 1 meter, dibentuk dalam 8 balok ukuran masing-masing 0,5 x 0,5 meter. Selanjutnya bingkai diisi tanah campuran sampai penuh. Benih disiapkan, menggunakan benih padi pilihan yang bermutu.
  • Untuk kebutuhan 1 hektar, diperlukan 9 – 12 Kg untuk pertanaman menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm, 1 batang per rumpun. Namun jika jumlah batang per rumpun digunakan 2 batang, dengan jarak tanam yang sama, diperlukan benih 18 – 25 Kg untuk pertanaman 1 hektar.
  • Benih yang telah dikecambah sebelumnya disemai kira-kira 100 – 150 gram setiap m2 pesemaian, selanjutnya tutup dengan tanah campuran dan tekan secara perlahan.Pemeliharaan pesemaian dengan menyiram sampai jenuh air dan basah sampai pada dasar pesemaian. Bingkai kayu selanjutnya diangkat perlahan untuk digunakan pada areal pesemaiaan lainnya.Penyiraman seperlunya selama pemeliharaan dan lindungi dari hujan, terutama 5 hari pertama. Jika pesemaian akan dipelihara secara tergenang, baru bias dilakukan penggenangan pada hari ke-7 setelah hambur. Bibit akan mencapai tinggi 18 – 20 cm pada umur 15 hari setelah hambur. Genangan dihentikan dan air dikeluarkan dari pesemaian 2 hari sebelum bibit dipindahkan atau diangkut bersama alasnya ke areal pertanaman.IV. Kesimpulan
  • Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pesemaian dapog yang disempurnakan ini adalah (i) bibit tumbuh cepat, tidak terjadi stagnasi, sehingga mengatsi kecepatan pertumbuhan gulma, (ii) karena tumbuh lebih cepat maka pertumbuhan dan pemeliharaan tanaman diswah menjadi lebih singkat, dan (iii) mudah dipelihara karena tanaman tumbuh dengan populasi seragam dan ditanam dalam barisan.
  • Suatu keisitemewaan pesemaian dapog ini adalah dapat disinergikan dengan inovasi PTT Padi lainnya, penggunaan VUB/ benih bermutu, bibit umur muda <20hsh, 1 – 3 batang per rumpun dan tanam dalam bentuk jajar legowo.

 

Penulis : Wahyuni,SP

Related Articles

Back to top button