Artikel

ZAT NUTRIEN (MAKANAN),BAHAN PAKAN DAN RANSUM PAKAN TERNAK SAPI POTONG

Untuk mencapai produksi yang optimal, salah satu hal yang utama yaitu tersedianya pakan yang cukup kualitas dan kuantitasnya. Pada ternak ruminansia ( memamah biak ) dikenal tiga macam pakan yaitu hijauan, konsentrat dan pakan komplet. Pada usaha ternak rakyat, kualitas pakan yang diberikan umumnya menyesuaikan kemampuan peternak. Pasokan pakan berkualitas rendah merupakan hal yang biasa terjadi, yang berimbas pada kualitas ternaknya juga kurang baikPakan merupakan Salah satu faktor tata laksana pemeliharaan yang penting dan pengaruhnya cukup besar bagi produktivitas. Selain harus berkualitas, pakan juga harus ekonomis supaya dapat memberikan keuntungan bagi peternak. Kita kenal beberapa macam ransum sapi potong dan cara pembuatannya yaitu :
1) Ransum dengan bahan utama jerami padi dengan cara pembuatannya sebagai berikut :
– jerami padi dicacah (di potong-potong), kemudian disiram merata dengan campuran air dengan tetes tebu dengan perbandingan 2:1,
– (b) campuran olahan jerami padi untuk kebutuhan dua ekor sapi selama satu hari yaitu : jerami padi 10 kg, tetes tebu 1,5 kg, air 3 kg dan super fospat 25 gram (1 sendok makan);
2) Ransum dengan bahan utama tongkol jagung (ransum yang dibuat oleh Muller, 1974) sebagai berikut : tongkol jagung 14 kg, tetes tebu 1 kg, bungkil kedele 2,25 kg, tepung tulang 0,18, garam 0,06 dan vitamin A dan D (konsentrat) 0,01.kg;


Di dalam Ilmu Makanan Ternak terdapat beberapa istilah penting yang perlu dipahami diantaranya adalah Sebagai Berikut:
1. Zat Nutrien (makanan)

Zat nutrien adalah zat-zat gizi di dalam bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air

2. Bahan pakan

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang memakannya
Bahan pakan terdiri dari 2 kelompok, yaitu bahan pakan asal tanaman dan asal non tanaman (ternak atau ikan). Berdasarkan sifat fisik dan kimianya dibedakan menjadi 8 klas yaitu : hijauan kering dan jerami, tanaman rumput, hijauan segar, silage dan haylage; sumber energi; sumber protein; suplemen vitamin, mineral; aditif dan non aditif. Beberapa contoh bahan pakan untuk sapi potong tercantum dalam
Kualitas suatu bahan pakan ditentukan oleh kandungan zat nutrien atau komposisi, serta tinggi rendahnya zat anti-nutrisi yang terkandung di dalamnya
3. Ransum (pakan)
Merupakan campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang diberikan untuk seekor ternak selama sehari semalam. Ransum harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ternak untuk berbagai fungsi tubuhnya, yaitu untuk hidup pokok, produksi maupun reproduksi. Pada umumnya ransum untuk ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan dan pakan konsentrat. Pakan pokok (basal) dapat berupa rumput, legum, perdu, pohon – pohonan serta tanaman sisa panen sedangkan pakan konsentrat antara lain berupa biji-bijian, bungkil, bekatul dan tepung ikan
4. Ransum seimbang

Adalah ransum yang diberikan selama 24 jam yang mengandung semua zat nutrien (jumlah dan macam nutriennya) dan perbandingan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan tujuan pemeliharaan ternak.
Pengetahuan tentang kualifikasi bahan pakan diperlukan untuk menyusun ransum seimbang. Penyusunan ransum seimbang yang sesuai dengan kebutuhan ternak, diharapkan akan dapat menghasilkan produksi yang optimal.
Salah satu pakan utama untuk sapi potong yaitu hijauan, atau sering disebut hijauan makanan ternak (HMT) yang berupa rumput.
Dalam usaha budidaya Ternak Sapi, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung protein dan energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi dan hijauan leguminosa sebagai sumber protein serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1–2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah dan kadar energi tinggi.
Yang dimaksud pakan hijauan adalah semua bahan pakan yang berasal dari tumbuhan atau tanaman. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi tiga kategori yaitu :
1. Hijauan segar, seperti rumput-rumputan yaiatu rumput gajah, rumput raja, tebon jagung, rumput lapang dsb. Leguminosa atau kacang-kacangan seperti daun lamtoro, turi, gamal, kaliandra dan lain-lain.
2. Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama, karena serat kasarnya tinggi dan kadar airnya rendah. Termasuk dalam hijauan kering yaitu jerami padi, tebon jagung, rendeng kacang tanah.
3. Hijauan fermentasi ( Silase ), adalah hijauan yang telah diawetkan, diproses secara anaerob atau kedap udara, dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan, limbah pertanian dan sebagainya, contoh : silase rumput gajah, tebon jagung dan lain-lain.
Dalam pemberian pakan ternak yang berupa hijauan tersebut hendaknya dilakukan hal-hal sebagai berikut
1) Sebelum rumput segar diberikan kepada ternak, sebaiknya dilayukan selama sehari semalam terlebih dahulu untuk menurunkan kadar air agar terhindar dari kembung pada ternak
2) Rumput sebaiknya dicacah agar lebih mudah dicerna oleh ternak karena partikelnya menjadi lebih kecil. Pencacahan bisa mengurangi sisa hijauan yang tidak termakan hingga 5 – 15% dari volume hijauan yang diberikan, sehingga pakan lebih efisien.
3) Pemberian pakan hijauan hendaknya dilakukan bergantian dengan pemberian konsentrat untuk mencukupi kebutuhan protein dan seratnya. Pemberian pakan hijauan dilakukan 1 – 2 jam sesudah pemberian pakan konsentrat, menunggu konsentrat dicerna secara sempurna.

Sumber: Budidaya Ternak Sapi Potong, Direktorat Jenderal Peternakan (1994); Yusni Bandini ,Sapi Bali

Related Articles

Back to top button